Kamis, 05 Oktober 2017

Tawa Gadis Padang Sampah



Judul Buku : Tawa Gadis Padang Sampah
Penulis : Ahmad Tohari
Cetakan: Oktober 2017
ISBN: 978-602-74671-3-2
Harga: 40.000

Gaya realisme yang masih sangat setia dianut oleh Ahmad Tohari menjadi langka. Gaya ini juga dipakai oleh Hamsad Rangkuti kelahiran 1943 (73 tahun), yang saat ini sudah tak bisa menulis karena faktor kesehatan fisiknya. Selain gaya penulisan realis yang semakin tersisih, obyek yang ditulis Ahmad Tohari juga semakin tergusur.

........Terjadilah sebuah ironi. Ketika rakyat miskin Indonesia bahkan tuna wisma menyantap mi instan dengan sangat nikmat, sebenarnya mereka tengah membayar upeti kepada para petani gandum di AS. Sebab sebagian besar gandum kita diimpor dari AS. Nasi tergeser, umbi-umbian tergusur. Di DKI Jakarta memang masih bisa dijumpai para penjual pisang rebus dan umbi-umbian, dengan minuman bersantan yang disebut bajigur. Tapi mereka juga makin tersisih. Kalau pun ada peminatnya, mereka justru berasal dari masyarakat kelas menengah, bukan masyarakat di kawasan kumuh lagi. Kereta api dalam cerita pendek ini, tampaknya hanya sekadar “dipinjam” oleh Ahmad Tohari, agar ia bisa bercerita tentang kelompok masyarakat, yang sebentar lagi sudah tak akan pernah kita jumpai di tepi rel kereta api. Mereka akan tersingkir entah ke mana, sama dengan umbi-umbian yang juga tersisih, sama dengan gaya penulisan realis yang makin sedikit penulisnya.

F. Rahardi

Rabu, 15 Maret 2017

Senja Bersama Hatta, Kumpulan Cerpen dan Narasi Fiksional Historis



Judul       : Senja Bersama Hatta, Kumpulan Cerpen dan Narasi Fiksional Historis
Penerbit : Kunca Wacana Yogyakarta 
Penulis   : Indro Suprobo
Cetakan  : Maret 2017
ISBN       :  978-602-74671-2-5
Harga      : Rp. 40.000

Kumpulan Cerpen dan Narasi Fiksional Historis yang diterbitkan dalam buku kecil dan sederhana ini sebenarnya merupakan media bagi penulis untuk menuangkan percikan-percikan gagasan, sikap, pilihan dan posisi pemikiran teologi sosial penulis sendiri. Percikan pemikiran teologi sosial dalam rupa cerita pendek dan narasi fiksional historis yang terbentang dari tahun 1999 sampai dengan 2017 ini merupakan keprihatinan dan komitmen penulis terhadap nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan. Memang tulisan-tulisan dalam buku kecil ini tidak diurutkan menurut usianya melainkan diurutkan secara acak saja. Jika ditelusur dari usia tulisan, tulisan paling tua adalah Cerita Pendek berjudul "Tuhan Agamamu Apa?" yang dimaksudkan sebagai upaya membongkar ketertutupan dan kemapaman cara beragama sebagian masyarakat, atau cara sebagian masyarakat memikirkan agama, yang cenderung mendaku bahwa kebenaran tunggal hanya ada di dalam keyakinan yang dimilikinya. Sementara, tulisan paling muda adalah narasi fiksional berjudul "Suatu Senja di Cleveland", yakni sebuah narasi fiksional reflektif tentang praksis tradisi pendidikan yang dianalisis dengan menggunakan prinsip-prinsip Appreciative Inquiry.

Yang dimaksud dengan Narasi Fiksional Historis dalam buku kecil ini adalah sebuah kisah ciptaan yang diproduksi dengan memanfaatkan informasi dan data yang real dan historis yang diperoleh dari beragam sumber. Narasi Fiksional Historis merupakan media yang dipilih untuk menyampaikan percikan gagasaan dan pemikiran penulis agar cara penyampaian itu menjadi lebih menarik, melibatkan pengalaman emosional, menghidupkan imajinasi, dan diharapkan menjadi cara yang efektif untuk memfasilitasi pembaca terlibat di dalam pengalaman.

Penuangan gagasan dan percikan pemikiran teologi sosial dalam bentuk cerita pendek dan narasi fiksional historis ini sangat dilatarbelakangi oleh metode studi teologi yang dijalani oleh penulis sendiri, yakni sebuah metode teologi kontekstual yang berprinsip "berteologi melalui pengalaman nyata". Dalam metode teologi semacam itu, orang yang menjalankan teologi atau orang yang berteologi, harus benar-benar masuk dalam pengalaman, secara nyata "mengalami sendiri" situasi konkret yang dihadapi itu, mencermati seluruh kompleksitas persoalan yang ditemukan, menyusun peta dan analisis sosial, serta menjalankan refleksi teologis, dan akhirnya menyediakan alternatif tesis atau prinsip teologis dari pengalaman nyata itu untuk mendorong pilihan tindakan konkret. Cara berteologi semacam ini merupakan sebuah jalan teologi yang terlibat dan mau tidak mau, berpihak juga. Metode berteologi dari pengalaman pada gilirannya akan melahirkan jalan teologi keterlibatan.

Cerita pendek dan narasi fiksional historis, merupakan media yang menarik untuk dipilih sebagai media berteologi. Cerita dan narasi menyediakan ruang keterlibatan imajinatif yang dapat membantu melahirkan pertanyaan menghadapi situasi konkret, menantang setiap pribadi untuk memberikan jawaban dan sikap yang mandiri dan bertanggung jawab, mendorong setiap orang untuk bergumul secara serius dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup yang mendasar yakni kemanusiaan, perdamaian, keadilan, kejujuran, hormat terhadap seluruh ciptaan, dan menjagai prinsip dan nilai tersebut dalam sebuah konsistensi yang bermartabat.
Barangkali bolehlah dikatakan bahwa bagi penulis, menulis cerita pendek dan  narasi fiksional historis adalah sebuah cara alternatif untuk berteologi, terutama menjalankan teologi sosial kontekstual. Teologi sosial kontekstual menjadi prioritas pilihan karena merupakan jalan teologi yang dinamis, yang menantang, mengevaluasi dan mendorong teologi yang bersifat dogmatis, untuk selalu merumuskan kembali dirinya dan senantiasa terbuka kepada kehidupan yang jauh lebih luas daripada dogma-dogma itu sendiri. Mengapa demikian? Karena di dalam kehidupan yang dinamis itulah Tuhan bekerja. Maka pantaslah dikatakan bila Tuhan adalah Pekerja. Jika Tuhan adalah Pekerja, maka sepantasnya manusia tidak berdiam diri, melainkan terus bekerja dan berteologi!

Semoga cerita-cerita pendek sederhana dan narasi-narasi fiksional historis yang disajikan dalam buku kecil ini dapat menjadi teman dialog bagi para pembaca dan melahirkan gagasan serta pilihan tindakan produktif di tengah kenyataan kehidupan yang semakin tak memungkinkan untuk bersikap netral. Selamat membaca.

Kamis, 16 Juni 2016

Reformasi Hukum Keluarga di Indonesia Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

 


Judul     : Reformasi Hukum Keluarga di Indonesia Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Penerbit : Kunca Wacana Yogyakarta dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon
Penulis   : Wakhit Hasyim, Farida, Rosidin, Marzuki Rais, A. Syatory
Editor    : Indro Suprobo
Cetakan : Juni 2016
Harga    : Rp. 45.000

Buku ini merupakan hasil dari assessmen penguatan kapasitas hakim Pengadilan Agama di Indonesia untuk perlindungan perempuan dan anak dengan dukungan dari United Nations Population Fund (UNFPA). Tujuannya adalah untuk menggali masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan untuk perlindungan perempuan dan anak dari sisi putusan Pengadilan Agama. Tujuan jauhnya adalah supaya putusan-putusan hakim Pengadilan Agama memiliki visi melindungi pencari keadilan yaitu perempuan dan anak, terutama untuk keadilan substansial yang mengandaikan pemahaman mendalam dan kepekaan yang kuat terhadap hubungan sosial gender. Jika hubungan sosial gender tidak dipahami secara mendalam, kepekaan terhadap perempuan korban dan anak juga tak akan muncul. Jika kepekaan terhadap masalah tidak kuat, maka keadilan substansial tidak akan bakal tercapai, kendatipun proses hukum secara prosedural formal sudah dijalankan.

Rabu, 18 Mei 2016

Temani Langkah Kecilku Sajak-sajak Erlin Erlina Soraya



 Judul     : Temani Langkah Kecilku, Sajak-sajak Erlin Erlina Soraya

Penulis  : Erlin Erlina Soraya
Editor    : Indro Suprobo
Cetakan : Mei 2016
Harga     : Rp. 50.000

Meningkatkan kualitas hati agar senantiasa mampu menggapai ikhlas, itulah spiritualitas terdalam yang menjiwai seluruh kumpulan sajak yang ditulis dalam buku ini. Spiritualitas ini membuat setiap sajak yang ditulis menawarkan pergulatan mendalam tentang pengalaman hidup dan menawarkan cara pandang yang luas tentang kehidupan, melampaui batas-batas pemaknaan yang biasa dan umum.

Pantas diakui bahwa menulis sajak dan melukis seperti dilakukan oleh Erlin Erlina Soraya ini bukan semata-mata merupakan sebuah proses kreatif dan produktif dalam melahirkan karya sastra dan karya seni, melainkan juga merupakan langkah nyata untuk mendidik diri, menempa jiwa, mempertajam mata batin, dan menjagai hati untuk senantiasa sanggup bertunduk dalam ikhlas dan syukur di hadapan keagungan dan misteri kehidupan. Dengan demikian, menulis sajak dan melukis, juga tergolong sebagai langkah-langkah nyata untuk menggapai ikhlas sehingga setiap detik dan setiap tarikan nafas, merupakan keindahan yang disempurnakan oleh-Nya.